Tanda - tanda tentang adanya ALLAH sudah jelas terlihat disekeliling kita setiap hari dari proses bergantinya siang dan malam, terbit dan terbenamnya matahari dan bulan, berkokoknya ayam jantan di waktu waktu tertentu di malam hari dan lain sebagainya. Tentu kita yakin dan faham betul bahwa tidak ada satu mahluk sekecil atau sebesar apapun yang ada dengan sendirinya, semua itu pasti ada yang menciptakan, dan siapa lagi yang menciptakan segala macam mahluk beserta pengaturannya tersebut kalau bukan ALLAH ?. Dengan memperhatikan tanda - tanda kekuasaan ALLAH kita bisa mengetahui akan keberadaan dan kebesaran ALLAH SWT. Sesiapa yang tidak mengenal ALLAH melalui tanda - tanda kekuasaanNYA ia adalah sebuta - buta manusia, bukan buta matanya akan tetapi buta mata hatinya sebagaimana yang telah di firmankan oleh ALLAH yang insha ALLAH artinya: "Quran:22.Al-Hajj: 46.maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." Adapun cara memperhatikan tanda-tanda kekuasaan ALLAH yang berupa mahluk - mahluk tersebut bukanlah sekedar dengan penglihatan lahir saja tetapi harus ditunjang dengan penglihatan mata batin (hati)yang jernih dan bersih dari berbagai macam dosa. Perhatikanlah sabda Rasulullah SAW kepada abu Dzar Al-Ghifari yang insha ALLAH artinya sebagai berikut: "Wahai Abu Dzar, sembahlah ALLAH seakan akan kamu melihatnya, bila kamu tidak melihat ALLAH maka yakinlah(dalam hatimu) bahwa ALLAH melihat kamu". Apabila manusia menderita penyakit buta hati, selama ia belum mendapatkan cahaya Ilahi berupa petunjuk - petunjuk kebenaran maka selama itu pula ia akan tersesat jalannya. Hal ini sesuai dengan firman ALLAH dalam suroh Al-Isra ayat 72 yang insha ALLAH artinya: "Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)". setelah kita mengenal dan mengetahui akan keberadaan ALLAH apakah lantas pengenalan dan pengetahuan kita tersebut berhenti sampai disitu saja?. Tentu tidak, akan tetapi lebih daripada itu kita sebagai hamba NYA dan sebagai salah satu mahluk ciptaan NYA maka sudah sepatutnya kita senantiasa mengabdikan diri secara bulat dan utuh semata mata karena ALLAH dan selalu memohon keridloan NYA.
Posted at 08:58 pm by
dingin
Permalink